Bangkitlah Indonesia
Tak engkau saksikan kah bencana berkali menyapa?
Rasakan dengan hati dan pikiran kita…
Ketika detik-detik terdengar terror kematian meraja
Bahkan detak jantung seakan tak terasa
Tak engkau sadar kah?
Bencana sesungguhnya menelan kita bulat-bulat…
Bencana hati dan pikiran…
Hati keruh jauh lebih dahsyat
Daripada meletusnya Gunung Merapi
Pikiran busuk jauh lebih mencekik…
Daripada kenaikan harga Cabai
Hati dan pikiran siapa yang menjadi kambing hitam?
Engkau tanyakan saja pada riak-raik air hujan yang dingin kelam…
Mereka membisu…menangis merintih berdoa pada Sang Pencipta
Mereka sedih, capek, marah melihat ulah tangan kita
Merusak…menoda bumi Sang Pencipta
Sadarlah…alam Indonesia kita sangat berlimpah ruah
Terjaga ataupun tidur, kita merusak Zamrud Khatulistiwa
Tak engkau dengar kicauan resah burung di sela-sela embun pagi
Mereka kehilangan sarangnya
Jutaan manusia kehilangan kehormatan, demi uang…
Jutaan bayi suci ditemukan tewas dibuang…
Bangkitlah…sebelum nyawa meranggas
Bangkitlah…sebelum hati dan pikiran mengeras
Bangkitlah …sebelum raja siang meledakkan lidah api
Bangkitlah…sebelum detak jantung terhenti
Ingatlah…kita tak tahu sampai kapan nafas masih berhembus
Ingatlah…Indonesia menerima kita, sejak pertamakali nafas kita berhembus
Kalau bukan kita yang menjaga negeri ini, siapa lagi?!
Kalau bukan sekarang kita bangkit, kapan lagi?!
Biodata:
Nama lengkap : Rizqi Fardani Sulton
Tempat dan Tanggal Lahir : Cilacap, 31 Juli 1990
HP : 081227298941
Universitas : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta