Cari Blog Ini

Senin, 25 April 2011

Bangkitlah Indonesia

Bangkitlah Indonesia

Tak engkau saksikan kah bencana berkali menyapa?

Rasakan dengan hati dan pikiran kita…

Ketika detik-detik terdengar terror kematian meraja

Bahkan detak jantung seakan tak terasa

Tak engkau sadar kah?

Bencana sesungguhnya menelan kita bulat-bulat…

Bencana hati dan pikiran…

Hati keruh jauh lebih dahsyat

Daripada meletusnya Gunung Merapi

Pikiran busuk jauh lebih mencekik…

Daripada kenaikan harga Cabai

Hati dan pikiran siapa yang menjadi kambing hitam?

Engkau tanyakan saja pada riak-raik air hujan yang dingin kelam…

Mereka membisu…menangis merintih berdoa pada Sang Pencipta

Mereka sedih, capek, marah melihat ulah tangan kita

Merusak…menoda bumi Sang Pencipta

Sadarlah…alam Indonesia kita sangat berlimpah ruah

Terjaga ataupun tidur, kita merusak Zamrud Khatulistiwa

Tak engkau dengar kicauan resah burung di sela-sela embun pagi

Mereka kehilangan sarangnya

Jutaan manusia kehilangan kehormatan, demi uang…

Jutaan bayi suci ditemukan tewas dibuang…

Bangkitlah…sebelum nyawa meranggas

Bangkitlah…sebelum hati dan pikiran mengeras

Bangkitlah …sebelum raja siang meledakkan lidah api

Bangkitlah…sebelum detak jantung terhenti

Ingatlah…kita tak tahu sampai kapan nafas masih berhembus

Ingatlah…Indonesia menerima kita, sejak pertamakali nafas kita berhembus

Kalau bukan kita yang menjaga negeri ini, siapa lagi?!

Kalau bukan sekarang kita bangkit, kapan lagi?!

Biodata:

Nama lengkap : Rizqi Fardani Sulton

Tempat dan Tanggal Lahir : Cilacap, 31 Juli 1990

HP : 081227298941

Universitas : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Indonesiaku Malang

Senin, 16 Agustus 2010

Indonesiaku Malang

Indonesiaku Malang

Alammu kaya, tetapi teraniaya

Hatimu terkoyak

Ketika anak bangsamu merusak

Telah lama engkau merdeka

Tetapi seolah terjajah bangsa sendiri

Kau diam, bersedih, dan berdoa meratap

Agar semua onak dan kacau sirna

Bencana bertupi menyapamu kasar

Anak bangsa tak berdosa terkapar

Air bersih tak ada, bersuci dan minum susah

Padahal lautan dan sungaimu berlimpah

Apakah yang salah?

Bencana seolah senang bersamamu

Bencana alami…bencana buatan

Tak jemu menyapamu…

Mungkinkah ini suratan yang tlah terukir untukmu?

Duhai Indonesiaku malang….

Bukan…ini bukan suratanmu…

Engkau berhak bahagia dan berdiri megah…

Bahagia di tengah karunia Sang Maha Pengasih

Duhai anak bangsa…berhentilah berbuat kerusakan

Jagalah dan sayangi Indonesia kita

Indonesia yang telah menerima kita

Saat tubuh mungil kita menghirup nafas pertama…